VITEK : Bidang Kedokteran Hewan https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv <div class="page-header-hm"> <h4>Vitek : Bidang Kedokteran Hewan</h4> </div> <div class="media-body"> <div class="thumbnail-hm col-md-4 col-sm-4 col-xs-12"> <p align="center"><img class="img-responsive" src="/public/site/images/andisetyaji/cover1.png"></p> <p style="color: #999; font-weight: bold; font-size: 12px;" align="center">e-ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1550672504" target="blank">2685-8894</a><br>p-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1438660136&amp;1&amp;&amp;" target="blank">2460-9773</a></p> </div> <div class="col-md-8 col-sm-8 col-xs-12"> <div> <p><a href="#">Support Open Acces</a></p> <h4>Co-Editors-in-Chief:</h4> <p><a href="https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/about/editorialTeam">View Editorial Team</a></p> <hr> <p><strong>Jurnal Vitek Bidang Kedokteran Hewan</strong> terbit 1 kali dalam 1 tahun.<br>Merupakan media yang memuat hasil penelitian, kajian ilmiah, laporan kasus lapangan dan juga sarana komunikasi bagi Peneliti, Pemerhati dan Pengelola Penelitian Kesehatan Hewan</p> <hr> <p><strong>Diterbitkan dan dikelola oleh : </strong><br>Fakultas Kedokteran Hewan <br>Universitas Wijaya Kusuma Surabaya</p> <hr> <p>SK no. 0005.26858894/JI.3.1/SK.ISSN/2019.</p> </div> </div> </div> en-US jurnalvitek@gmail.com (Intan Permatasari Hermawan, drh.,M.Si) vitek@uwks.ac.id (Nurul) Thu, 31 Oct 2019 08:09:07 +0700 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Penambahan Ampas Teh Hitam Yang Difermentasi dalam Pakan terhadap Fungsi Hati, Kadar Protein dan Lemak Daging Ayam Pedaging Jantan https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/6 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh hitam yang difermentasi dalam pakan terhadap fungsi hati, kadar protein dan lemak daging ayam pedaging jantan.<br>Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pakan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya untuk pembuatan ampas teh hitam yang difermentasi, sedangkan pemeliharaan ayam pedaging dilakukan di Peternakan Ayam Pak Arif Jl. Dinoyo 146 Surabaya<br>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang memberikan perlakuan penambahan ampas teh hitam yang difermentasi dalam pakan komersial ayam pedaging dengan mengamati pengaruhnya terhadap fungsi hati, kadar protein, dan kadar lemak daging ayam pedaging jantan. Hewan coba yaitu ayam pedaging jantan diambil secara acak (random sampling). Ayam sebanyak 24 ekor yang akan digunakan sebagai hewan coba diadaptasikan terlebih dahulu selama 14 hari. Pada hari ke 15 dilakukan pemilihan hewan jantan, kemudian hewan coba dimasukkan kandang yang telah disekat menjadi 4 bagian (4 perlakuan) dimana tiap sekat berisi 6 ekor (6 ulangan), yang sebelumnya dilakukan pembagian secara acak dengan sistem undian untuk menentukan kelompok perlakuan P0, P1, P2 dan P3. Ampas teh yang digunakan adalah limbah teh hitam dari pabrik sosro di Gresik. Pembuatan fermentasi ampas teh menggunakan fermentor komersial yaitu EM 4. Proses fermentasi dilakukan selama 2 minggu secara anaerob. Perlakuan dilakukan selama 3 minggu (umur 35 hari) , kemudian dilakukan uji SGOT, SGPT serum darah, dan analisis proksimat daging ayam pedaging jantan di laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA) pada derajat kepercayaaan 0,05.<br>Rataan nilai SGPT dan SGOT pada serum darah ayam pedaging jantan, setelah dilakukan anilisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p &gt; 0,05). Rataan kadar kadar protein pada daging ayam pedaging setelah penambahan ampas teh hitam yang difermentasi dalam pakan masing-masing adalah 21,57 + 0,43 (P0), 21,79 + 0,66 (P1), 22,20 + 0,77 (P2) dan 22,51 + 0,25 (P3), setelah dilakukan anilisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p &lt; 0,05). Sedangkan rataan kadar lemak daging ayam pedaging jantan masing-masing adalah 1,56 + 0,014a (P0), 1,55 + 0,018a (P1), 1,52 + 0,015b (P2) dan 1,51 + 0,023b (P3), hasil anilisis statistik menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan (p &lt; 0,01).</p> Ruswandono Wirjatmadja ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/6 Fri, 18 May 2018 00:00:00 +0700 Profile Protein "Brucella Abortus" Local Isolate with SDS Page Method https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/3 <p>The aim of this research was to find out the profile protein Brucella abortus local isolate. The samples bacteries were obtained from Balai Besar Veteriner Maros, South Sulawesi. <br>Whole protein was obtained from Brucella abortus local isolate by ultrasonic homogenizer. The protein profile was analyzed by Sodium Dodecyl Sulphate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) with 4% stacking gel, 12% separating gel and standard of molecular weight was 10 – 200 kDa.<br>The results of this research showed that the profile protein had seven fractions there were 112 kDa, 72 kDa, 54 kDa, 46 kDa, 41 kDa, 31 kDa and 20 kDa.</p> Desty Apritya, Didik Handijatno, Ratih Ratnasari ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/3 Fri, 18 May 2018 00:00:00 +0700 Total Leukosit Kelinci Post Infeksi "Salmonella Typhii" Inaktif https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/4 <p>Penelitian ini menggunakan hewan coba berupa kelinci sebanyak 10 ekor. Kelinci – kelinci tersebut diadaptasi selama 1 minggu.Setelah masa adaptasi selesai kelinci tersebut diinfeksi dengan Salmonella Typhii inaktif sebanyak 0,2 ml yang diinduksikan secara sub kutan. Post infeksi 1 x 24 jam dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak 0,5 ml melalui vena auricularis untuk diuji total leukositnya. Kemudian kelinci dibooster/pengulangan vaksinasi 5 hari setelah infeksi pertama. Setelah dilakukan infeksi yang kedua dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak 0,5 ml melalui vena auricularis. Sampel darah tersebut diuji total leukositnya dengan menggunakan hemocitometer. Data yang diperoleh berupa data kuantitaif kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan uji anova. Hasil yang di dapat adalah terdapat perbedaan yang sangat nyata antara total leukosit post infeksi pertama dengan total leukosit post infeksi ketiga.</p> Muhammad Thoriq Shahab, Era Hari Mudji ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/4 Fri, 18 May 2018 00:00:00 +0700 Pengujian Kualitas Daging Sapi dan Daging Ayam https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/5 <p>Kebutuhan masyarakat akan daging sapi dan daging ayam yang semakin meningkat menyebabkan produsen daging sapi dan daging ayam harus memperhatikan kualitas daging yang siap dipasarkan sehingga daging menjadi aman, sehat, utuh, dan halal saat dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas daging sapi dan daging ayam yang dijual di pasar Dukuh Kupang Barat kota Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 4 sampel daging sapi dan 4 sampel daging ayam dan segera dibawa ke laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya untuk dilakukan pengujian kualitas daging yaitu pemeriksaan organoleptik (uji warna, bau, dan konsistensi), pengukuran nilai pH, pemeriksaan cooking loss, serta pemeriksaan awal pembusukan daging dengan uji eber dan uji postma. Hasil dari pemeriksaan kualitas daging ayam maupun daging sapi pada penelitian ini menunjukkan bahwa daging ayam maupun daging sapi adalah daging segar dan belum terdapat tanda kebusukan, meskipun sudah terdapat tanda awal proses pembusukan, hal ini menunjukkan bahwa daging tersebut merupakan daging yang memiliki kualitas yang cukup bagus sehingga daging tersebut aman untuk dikonsumsi.</p> Freshinta Jellia Wibisono ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/5 Fri, 18 May 2018 00:00:00 +0700 Residu Antibiotika pada Hati dan Karkas Ayam Pedaging https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/2 <p>This study aims to determine the residue antibiotic on liver and broiler carcass at the market Dukuh Pakis district. Location and time of the research carried out at the Laboratory of Veterinary Public Health Faculty of Veterinary Medicine Wijaya Kusuma University of Surabaya. Sampling by liver and broiler carcass performed in markets around the market Dukuh Pakis district. <br>This study is an observational study, using liver and broiler carcass were taken from a sub market of Dukuh Pakis tested for antibiotic residues were detected comparing the market where the highest levels of antibiotic residues. Samples in the form of livers and broiler carcasses must come from the same broiler taken from the traditional markets and supermarkets around the Dukuh Pakis District. The data obtained were analyzed using descriptive methods.<br>Antibiotic residues on broiler carcasses in Dukuh Pakis market based on the results of the test showed that 27.5% positive and 72.5% negative. While antibiotic residues in broiler liver in Dukuh Pakis Market based testing showed positive results of 32.5% and negative 67.5%.</p> Agus Sjafarjanto, Muslihan Huzai ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/2 Fri, 18 May 2018 00:00:00 +0700 Gambaran histopatologi radang ekstrak daun jintan (coleus ambonicus) terhadap induksi uric acid dan oxonic acid pada tikus putih wistar (rattus norvegicus) https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/7 <p>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya anti radang ekstrak daun jintan (coleus amboinicus) yang diinduksi nephropathy akut. Ekstrak daun jintan diperoleh dari daun jintan (Coleus amboinicus) segar yang diekstraksi dengan metode maserasi etanol 96 % dan dianalisis secara kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Aktivitas ekstrak daun jintan sebagai anti radang dilakukan dengan pemberian secara intraperitoneal ekstrak daun jintan (Coleus amboinicus) pada tikus putih galur Wistar terhadap induksi granuloma fibrosis pada tubulus ginjal yang diinduksi dengan senyawa Oxonic Acid dan Uric Acid (OA &amp; UA). Pembentukan granuloma fibrosis diidentifikasi sebagai nephropahty akut dengan teknik sediaan histopatologi pengecatan Haematoxilin &amp; Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Jintan (coleus ambonicus) mempunyai kandungan kualitatif kumarin, saponin, minyak atsiri dan polifenol dengan teknik Kromatografi lapis Tipis (KLT). Induksi intra peritoneal Oxonic Acid dan Uric Acid menyebabkan perubahan makroskopis berupa deposisi kristal urea intraperitoneal dan keradangan pada sendi metatarsal. Secara histopatologis induksi OA &amp; UA menimbulkan nephropathy akut yang ditandai dengan adanya lesi degenerasi, keradangan dan nekrosis pada tubulus dan glomerulus ginjal pada kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak daun Jintan pada kelompok perlakuan menghambat terjadinya pembentukan nephropathy akut secara nyata (P&lt;0.05) dibandingkan kontrol dan kelompok induksi.</p> Rondius Solfaine ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/7 Fri, 18 May 2018 23:07:53 +0700 Kejadian penyakit bovine ephemeral fever (BEF) pada sapi potong peranakan limousin https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/8 <p>This research aims to find out and identify cases of illness Bovine Ephemeral Fever (BEF), as well as how to handle on beef cattle (Limousin Straits), at Soko subdistrict of Tuban District.<br>This research method using observational data retrieval by way of secondary cases of illness Bovine Ephemeral Fever (BEF) at Straits Limousin beef cattle in 2013, annual reports on cases of animal diseases at Soko subdistrict of Tuban District.<br>The research results, obtained a conclusion that the level of the prevalence of disease of Bovine Ephemeral Fever (BEF) as much as 0,54 %, to scatter data disease of Bovine Ephemeral Fever (BEF) in fourteen village at Soko sub-district, indicating the level of events that high in the village of teak and villages Prambon Tergayam, that is, there were six cases in 2013, because geographically, is a hilly area being at two villages indicating low levels of occurrences of a disease Bovine Ephemeral Fever (BEF), which only one case in the village of Menilo, and villages Cekalang, who is mistakenly geogafis is lowland and hot climate.</p> Agus Sjafarjanto, Suko Winoto ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/8 Fri, 18 May 2018 23:18:50 +0700 Analisis usaha pembuatan pupuk organik cair dengan bahan baku urin sapi perah https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/9 <p>Limbah peternakan umumnya meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu ke¬giatan usaha peternakan, baik berupa limbah padat dan cairan, gas, ataupun sisa pakan. Limbah peternakan adalah semua buangan dari usaha peternakan yang bersifat padat, cair dan gas. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni atau urine, air pencucian alat-alat. Penelitian ini untuk mengetahui analisis usaha pembuatan pupuk organik cair dengan bahan baku urin sapi perah di Desa Galuhan Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.</p> Dyah Widhowati, Eko Yuni Budiono ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/9 Sat, 19 May 2018 00:02:04 +0700 Tingkat kejadian prolapsus uteri pada sapi perah peranakan FH https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/10 <p>Perkembangan populasi ternak sapi potong di Jawa Timur relatif bagus dibandingkan dengan komoditas lain. Kondisi ini membuktikan bahwa ternak sapi potong di Jawa Timur memiliki potensi cukup tinggi untuk ketahanan pangan dan gizi dari protein hewani secara mandiri. potong. Namun kondisi sapi potong di usaha peternakan rakyat, hingga saat ini sering dijumpai adanya kasus gangguan rerpoduksi yang ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya berupa penurunan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan populasi sapi dan pasokan penyediaan daging secara nasional. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kasus prolapsus uteri pada sapi perah Peranakan FH di Koperasi Unit Desa Sukamulya Kecamatan wates Kabupaten Kediri.</p> Era Hari Mudji, Siswanto m ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/10 Sat, 19 May 2018 00:12:37 +0700 Kasus hipokalsemia pada sapi perah FH dI KUD Tani Wilis Sendang Tulung Agung https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/11 <p>Hipokalsemia merupakan suatu gangguan metabolisme pada sapi perah dapat terjadi sebelum, sewaktu, atau beberapa jam sampai dengan 72 jam setelah melahirkan. Kejadian ini ditandai dengan penurunan yang tiba-tiba kadar calcium darah dari jumlah normal 9 - 10 mg/dl menjadi 3 - 7 mg/dl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang jumlah kasus, gejala klinis, dan penanganan penyakit hipokalsemia pada sapi perah di Koperasi Unit Desa Tani Wilis Sendang Tulungagung pada tahun 2012.</p> Rondius Solfaine; Bayu Adi Lestari ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/11 Sat, 19 May 2018 00:19:38 +0700 Performa reproduksi pada sapi potong peranakan limosin https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/12 <p>Tinggi rendahnya status reproduksi sekelompok ternak, dipengaruhi oleh lima hal sebagai berikut: angka Kebuntingan (Conception Rate), jarak antara kelahiran (Calving Interval), angka Perkawinan per kebuntingan (Service per Conception), umur pertama kali kawin, Estrus post partus (bulan).<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi Peranakan Limosin dari program Inseminasi Buatan di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, dengan jumlah sapi betina yang diamati 109 ekor dan umur rata-rata antar 2 – 5 tahun. Metode yang digunakan adalah survey yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan peternak, catatan yang ada pada peternak dan inseminator, pengamatan langsung di lapangan. Pakan yang diberikan jerami, hijauan (rumput gajah), dan dedak Padi. Data diperoleh dari data sekunder yang berasal dari wawancara langsung dengan peternak, catatan yang ada pada peternak dan insemiantor, serta pengamatan di lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk melihat rata – rata dan standar deviasinya. Data yang diambil meliputi : umur pertama kali kawin, angka konsepsi (Conception Rate), angka perkawinan per kebuntingan (Service per Conception), calving Interval (bulan), estrus post partus (bulan), Nilai dari hasil survei terhadap sapi limosin sejumlah 109 ekor sapi limosin betina sehat dan sudah dua kali atau lebih beranak diperoleh hasil sebagai berikut : umur pertama Kawin 18,00 + 0,39 bulan, conception rate 63,24 + 1,01 %, estrus post partus 1,90 + 0,83 bulan, Service per Conception 1,78 + 0,05, Calving Interval 13,00 + 0,77 bulan.</p> Ruswandono Wirjatmadja ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/12 Sat, 19 May 2018 00:25:39 +0700