https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/issue/feed VITEK : Bidang Kedokteran Hewan 2022-05-01T03:26:25+07:00 Intan Permatasari Hermawan, drh.,M.Si vitek@uwks.ac.id Open Journal Systems <div class="page-header-hm"> <h4>Vitek : Bidang Kedokteran Hewan</h4> </div> <div class="media-body"> <div class="thumbnail-hm col-md-4 col-sm-4 col-xs-12"> <p align="center"><img class="img-responsive" src="/public/site/images/andisetyaji/cover1.png"></p> <p style="color: #999; font-weight: bold; font-size: 12px;" align="center">e-ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1550672504" target="blank">2685-8894</a><br>p-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1438660136&amp;1&amp;&amp;" target="blank">2460-9773</a></p> </div> <div class="col-md-8 col-sm-8 col-xs-12"> <div> <p><a href="#">Support Open Acces</a></p> <h4>Co-Editors-in-Chief:</h4> <p><a href="https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/about/editorialTeam">View Editorial Team</a></p> <hr> <p><strong>Jurnal Vitek Bidang Kedokteran Hewan</strong> terbit 2 kali dalam 1 tahun.<br>Merupakan media yang memuat hasil penelitian, kajian ilmiah, laporan kasus lapangan dan juga sarana komunikasi bagi Peneliti, Pemerhati dan Pengelola Penelitian Kesehatan Hewan</p> <hr> <p><strong>Diterbitkan dan dikelola oleh : </strong><br>Fakultas Kedokteran Hewan <br>Universitas Wijaya Kusuma Surabaya</p> <hr> <p>SK no. 0005.26858894/JI.3.1/SK.ISSN/2019.</p> </div> </div> </div> https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/93 STUDI KASUS : CANINE PARVO VIRUS PADA ANJING BOSTON DI LINGKAR SATWA ANIMAL CARE 2022-05-01T03:26:23+07:00 Nicodemos Borges Lonai nidocemos@gmail.com Intan Permatasari Hermawan intanpermatasari@uwks.ac.id Geta Darantika getadaran@gmail.com <p>Penyakit parvovirus pada anjing disebabkan oleh virus Parvo yang termasuk dalam famili parvoviridae. Pada anjing muda terutama dibawah umur 4 minggu, virus CPV menyerang jantung, sedangkan apabila lebih tua akan menyerang saluran pencernaan yang menyebakan diare berdarah. Gejala klinis yang ditimbulkan akibat infeksi CPV umumnya berupa muntah, tidak nafsu makan, dan mencret berdarah, anjing boston datang pada klinik dengan gejala muntah dan diare berdarah, kondisi lemas, tindakan yang lakukan adalh rapit test kit degan hasil positif dan pemeriksaan hematologi menunjukan WBC, limfosit dan trombosit rendah serta tinggi MCV, &nbsp;Terapi Injeksi antibiotik, antiemetic, vitamin dan pemberian cairan infus intravena.</p> 2022-04-16T08:52:59+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/96 PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloevera) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK (Culex quinquefasciatus say) 2022-05-01T03:26:24+07:00 Miarsono Sigit miarsonosigit@jurnalvitek.com Indra Rahmawati indrarahmawati@uwks.ac.id Adhitya Yoppy Ro Candra adhityayoppy@uwks.ac.id Fikri Bhirawidha Prasetyo fikribhirawidhaprasetyo@gmail.com <p>Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak larvasida dari daun lidah buaya (Aloe vera) terhadap mortalitas nyamuk (Culex quinquefasciatus say). Sampel yang digunakan dalam penelitian merupakan larva nyamuk Culex quinquefasciatus say sebanyak 625 ekor yang didapatkan dari Laboratorium Entomologi Tropical Disease Diagnostik Center (TDDC), kampus C UNAIR. Kelompok perlakuan terdiri dari P01 sebagai kontrol negatif larva nyamuk diberikan aquades, kelompok P02 kontrol positif larva nyamuk diberi perlakuan dengan bubuk abate, kelompok P1 larva nyamuk diberi perlakuan ekstrak daun lidah buaya 10%, kelompok P2 larva nyamuk diberi perlakuan 15% ekstrak daun lidah buaya dan kelompok P3 larva nyamuk diberi perlakuan ekstrak daun lidah buaya 20%, pengamatan mortalitas larva dilakukan setiap 2 jam dalam dua belas jam pada waktu satu hari. Data mortalitas larva nyamuk yang didapatkan dianalisis dengan spss ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan pada jam ke 6 merupakan hasil yang sangat efektif terhadap tingkat mortalitas dengan nilai rata-rata pada kelompok&nbsp; perlakuan&nbsp; 1 sebesar&nbsp; 16 ± 1.58, kelompok&nbsp; perlakuan&nbsp; 2 sebesar&nbsp; 20.80 ±&nbsp; 0.83, kelompok perlakuan 3 sebesar 23 ± 0.70.</p> 2022-04-16T08:54:01+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/90 STUDI KASUS : MASTITIS KRONIS NON-SUPPURATIF PADA ANJING POODLE USIA 9 TAHUN 2022-05-01T03:26:24+07:00 Annisa Catria Latif catrialatif@gmail.com Victor Yulius Sulangi catrialatif@gmail.com <p><em>Anjing ras poodle berusia 9 tahun </em><em>bernama Lezy datang bersama pemiliknya memiliki keluhan adanya benjolan di kelenjar mammae yang berkembang selama 3 tahun. Pemeriksaan fisik mulai dari inspeksi dan palpasi menemukan ukuran benjolan dengan diameter ±3,5 cm tanpa adanya cairan yang keluar dari area benjolan, hal ini membuat keputusan diagnosa sementara oleh dokter hewan yaitu tumor mammae. Terapi yang harus dilakukan adalah terapi operatif mastektomi. Teknik operasi ini dilakukan dengan prinsip pengambilan massa seperti tumor dari area kelenjar mammae. Sebelum dilakukan operasi, pasien menjalani pemeriksaan hematologi dan kimia darah, dan hasilnya menunjukkan kondisi normal. Massa seperti tumor yang telah diambil kemudian dijadikan sampel histopatologi, dan menunjukkan banyaknya peradangan kronis yang ditandai adanya sel-sel mononuklear seperti limfosit dan juga makrofag. Namun, biomarker sel tumor sama sekali tidak ditemukan. Sehingga, dari pemeriksaan histopatologi menentukan diagnosa mastitis kronis non supuratif pada pasien ini. Terapi pasca operasi menghasilkan luka operasi yang bagus setelah hari ke 12.</em></p> 2022-04-16T08:54:30+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/99 EFEK EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTI BAKTERI ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus 2022-05-01T03:26:24+07:00 Dyah Widhowati dyahwidho@gmail.com Beti Gistawati Musayannah betig@gmail.com Olan Rahayu Puji Astusi Nussa olanrahayu@uwks.ac.id <p>This research was conducted to determine the effect of the extract of telang flower (Clitoria ternatea) as a natural antibacterial on the growth of Stapylococcus aureus bacteria in terms of the results of the inhibition test and phytochemical screening. This study used 5 treatments with 5 replications in positive control and negative control, for the extract treatment using duplo replication. P0 as a positive control using Amoxicillin antibiotic, P0 as a negative control using a blank disk, P1 as a treatment using a telang flower extract with a concentration of 80%, P2 as a treatment using a telang flower extract with a concentration of 90%, and P3 a treatment using a telang flower extract with a concentration of 100 %. The results of the inhibition zone measurements showed the highest average in the positive control. The average diameter of the inhibition zone using the Agar Well Diffusion Method showed a significant difference (P&lt;0.05). These results are supported by the ANOVA test with H1 accepted so that it can be said that there is an effect of telang flower extract (Clitoria ternatea) on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The results of phytochemical screening showed that the telang flower extract contained antibacterial active compounds, namely flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids and terpenoids.</p> 2022-04-16T08:55:30+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/91 STUDI KASUS : PYOMETRA TERBUKA PADA KUCING MOLLY 2022-05-01T03:26:24+07:00 Ahmad Mulyana moelyanha12@gmail.com Vida Rachmita Sari Vidarachmita94@gmail.com <p>Seekor kucing, bernama Molly dengan berat 2.8 kg, usia 48 bulan, datang ke K and P Clinic Surabaya dengan keluhan keluar leleran dari vagina, kondisi mukosa pucat. Maka kami mengambil tindakan, pemeriksaan darah dan USG. Hasil dari pemeriksaan darah menunjukkan adanya penurunan nilai hemoglobin dan hematokrit yang menandakan molly mengalami anemia, serta tinggi white blood cell terutama granulosit yang menandakan adanya infeksi bakterial. dari hasil diagnosa, Molly diagnosa mengalami pyometra. Pyometra adalah suatu kondisi, dimana uterus mengalami infeksi dan terdapat akumulasi pus didalamnya. selanjutkan, maka diambil tindakan pembedahan yaitu Ovariohisterectomy. Tindakan tersebut ditujukan mengambil secara keseluruhan mulai dari ovarium, oviduct, dan uterus.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2022-04-16T08:56:29+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/97 PENGARUH EKSTRAK TEH KOMBUCHA (Medusomyces gisevii) TERHADAP BERAT DAN HISTOPATOLOGIS LIMPA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINFEKSI Escherichia coli 2022-05-01T03:26:24+07:00 Nurul Hidayah ululsantoso@gmail.com Indra Rahmawati indrarahmawati@uwks.ac.id Jessica Amelia jessica.amelia19@gmail.com Yos Adi Prakoso yosadip@uwks.ac.id <p><em>Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak teh kombucha (Medusomyces gisevii) terhadap berat dan histopatologis limpa tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinfeksi Escheichia coli. Penelitian menggunakan 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi kedalam 6 kelompok dan 4 kali pengulangan. Tikus diberi ekstrak teh kombucha selama 28 hari setelah 1 minggu pengadaptasian. Kelompok terdiri dari kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), konsentrasi 30% (P1), konsentrasi 40% (P2), konsentrasi 50% (P3), konsentrasi 60% (P4). Kelompok K+, P1, P2, P3, P4 diinfeksi Escherichia coli pada hari ke-36 dengan dosis 10<sup>6 </sup>CFU/ml sebanyak 1 ml secara intraperitoneal. Pengambilan organ limpa dilakukan pada hari ke-40. Analisa data menggunakan Analysis Of Variance(ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata antar perlakuan pada berat limpa. Histopatologis limpa menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan. Hasil tertinggi pada konsentrasi 60% (P4) dengan diameter pulpa putih 440,6um, diameter germinal center 227,3um dan lebar zona marginalis 171,6. Kesimpulan penelitian, ekstrak teh kombucha berpengaruh terhadap berat limpa, diameter pulpa putih, germinal center dan lebar zona marginalis pada dosis 60% dan 40%.</em></p> 2022-04-16T08:57:10+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/102 PREVALENSI TREMATODA GASTROINTESTINAL PADA SAPI DI PASAR TERNAK PAYAKUMBUH 2022-05-01T03:26:24+07:00 Delli Lefiana dellilefiana@yahoo.co.id Dihan Kurnia dihankurnia@gmail.com Sujatmiko Sujatmiko sujatmiko@gmail.com Prima Silvia Noor primasilvia@gmail.com Engki Zelpina engkizelpina@gmail.com Rizki Ardyes Rizkiardyes@gmail.com <p><em>This study aim</em><em>s</em><em> to determine the prevalence of t</em><em>rematoda</em><em> infection in the gastrointestinal tract in cattle at the Payakumbuh Livestock Market. The research was &nbsp;conducted in August 2020. The method used was a survey using purposive sampling method. A total of 155 stool samples from the Paykumbuh Livestock Market were examined using floating and sedimentation method. Analyze the data in the form of qualitative descriptive analysis. The gastrointestinal flukes found were Fasciola sp and Paramphistomum sp. The most common fluke found was Fasciola sp. in cows is 16.15% and bulls is 12%. Infection with 1 species of fluke in 22.10% of cows and 16% of bulls. Infection with 2 species of fluke in 3.38% of cows and 4% of bulls. The prevalence of tapeworm infection in the 0-2 years old group was 23.61% and the &gt;2 year old group was 20.48%.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2022-04-21T06:47:07+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/98 KORELASI ANTARA JENIS PAKAN KOMERSIAL DENGAN JENIS KRISTAL PADA KASUS KUCING FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) DI RUMAH SAKIT HEWAN DINAS PETERNAKAN JAWA TIMUR 2022-05-01T03:26:24+07:00 Ratna Widyawati ratnawidya@jurnalvitek.com Bagus Uda Palgunadi bagusuda@gmail.com Lailia Dwi Kusuma Wardhani lailia_wardhani@yahoo.com Dini Fadhilla Samjaya diisamjaya@gmail.com <p><em>Feline lower urinary tract disease (FLUTD) is a term used to describe various causes of lower urinary tract disorders in cats which include idiopathic, urolithiasis, urinary tract infections, anatomical and neurological disorders. Use of commercial feed is one of the causes of Flutd formation. This study was to determine the correlation between commercial feed types and crystal types in the case of FLUTD cats at the Animal Hospital of East Java Province. The sample is primary data obtained directly by collection of fresh urine and through interviews with animal owners. As many as 30 fresh urine samples were sedimented and then observed under a microscope. The results of observations of urine sedimentation with a microscope showed that 16 cats had crystals in their urine. The highest percentage of struvite crystals was 12 cats (40%). Meanwhile, in 14 cats (46.7%) no crystals &nbsp;were found in the urine. It is known that the sensitivity of the urine sedimentation test is 64% and the specificity is 97%. There are different types of crystals in commercial feed with the same brand. the same brand of commercial feed can produce different types of crystals. This is due to many other factors that trigger the formation of crystallization. The urine sedimentation test is very accurate to detect cases of FLUTD and crystals in the urine</em></p> 2022-04-21T06:49:36+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/95 STUDI KASUS : FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE (FLUTD) PADA KUCING NOBU DI K AND P CLINIC 2022-05-01T03:26:25+07:00 Remigio Jordan remigojordan@gmail.com Ajeng Febrianix ajengfeb@gmail.com Victor Yullius victoryullius@gmail.com Intan Permatasari Hermawan intan.ph007@gmail.com <p>The purpose of this case study is to find out cases of urolithiasis in cats related to the type of stone or mineralization which is often the biggest cause of Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) in Surabaya in 2021. This case was characterized by the cat having difficulty defecating, decreased appetite. , urinate little by little and when palpation of the bladder feels like a big ball. In this case study, Cat Lower Urinary Tract Disease examination (FLUTD) was carried out with supporting diagnosis using urinalysis tests, microscopy tests and palpation to determine the condition of the urinary bladder (VU). After that, there is mineralization that accumulates in the bladder, which makes the bladder become large due to blockage of the urinary tract so that the bladder looks large. Interflox therapy dose of 0.1ml x /kgBB (5.20 kg) = 0.52ml given at 06.00 am, Dexa dose of 0.25 for all sizes is only given on 15-19 February 2020 given at 13.00 pm. Viamin dose 0.3 ml x / kg body weight (5.20 kg) = 1.56 ml given at 05.00 am, 13.00 pm and 17.00 pm. stamp is given at 05.00 am and 17.00 pm , Phytomenadione is given when needed.</p> 2022-04-21T07:47:55+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://vitek-fkh.uwks.ac.id/index.php/jv/article/view/101 STUDI KASUS : ENUKLEASI BULBI PADA KUCING DENGAN SUSPEK CHLAMYDIA DENGAN METODE TRANS-PALPEBRAL 2022-05-01T03:26:25+07:00 Desty Apritya destyapritya@jurnalvitek.com Fradika Cahya Faresy fradika@gmail.com Michel Richard Sanjaya Michel@gmail.com Amelia Yolanda amelia@gmail.com Karolus Aurelius Sau Karolus@gmail.com Devy Merry Angelia devy@gmail.com Ni Made Dewi Lestari nimade@gmail.com Muhammad Wahyu Prabowo prabowo@gmail.com Desty Apritya destyapritya@uwks.ac.id Ratna Widyawati ratnawidyawati@uwks.ac.id Muhammad Noor Rahman drh.rahmen@gmail.com <p><em>A domestic cat, named London, 1 year old, and female. Condition with red swollen eyes and white and watery membranes. The cat's right eyeball is covered with a white layer. The eyelids are swollen, red, and sticking out, making it difficult for the cat to open her eyes. The eyes emit a greenish-yellow discharge. Based on the blood examination, she had anemia caused by vitamin B12 deficiency. The action taken to treat this case is bulbar enucleation surgery using the Trans-Palpebrae (Closed) technique. Postoperative systemic therapy was given by giving Cefotaxime injection and Tolfedin injection, while for oral therapy using a combination of drugs: Amoxicillin, Cyproheptadine, Caviplex</em></p> 2022-04-25T07:48:30+07:00 ##submission.copyrightStatement##